Rabu, 24 April 2019

10 Warga Tiongkok Rayakan Imlek di Vihara Hok Tek Bio Cianjur

KHIDMAT: Sepuluh warga Tiongkok merayakan Tahun Baru Imlek 2566/2015 di Vihara Hok Tek Bio, Jalan Mangunsarkoro, Kabupaten Cianjur, Kamis (19/2/2015).GIBRANAZKA/SEPERTIINI.COM

KHIDMAT: Sepuluh warga Tiongkok merayakan Tahun Baru Imlek 2566/2015 di Vihara Hok Tek Bio, Jalan Mangunsarkoro, Kabupaten Cianjur, Kamis (19/2/2015).GIBRANAZKA/SEPERTIINI.COM

Oleh: Gibran Azka

CIANJUR – Sepuluh warga Tiongkok merayakan Tahun Baru Imlek 2566/2015 di Vihara Hok Tek Bio, Jalan Mangunsarkoro, Kabupaten Cianjur, Kamis (19/2/2015). Suasana khidmat tampak saat 330 umat Budha tengah berdoa di klenteng yang biasa dikenal Yayasan Vihara Bhumi Pharsija (kelenteng) Kabupaten Cianjur

Pengurus Vihara Hok Tek Bio, Hendra Kurniawan mengatakan, kehadiran warga Tingkok pada imlek tahun ini menjadi pembeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya.

“Mereka (warga Tiongkok) datang karena memiliki kerabat dan keluarga yang tingaal di Cianjur,  Bahasan umumnya sedang bersilaturahmi dan ingin merayakan bersama. Jadi bukan berarti di Hongkong tidak ada Vihara,” ujarnya kepada sepertiini.com, Kamis (19/2/2015).

Selain dari Tiongkok, warga Sukabumi, Bandung, Bogor dan Jakarta pun turut merayakan imlek di Kota Taucho. “Dalam ajaran kami ada tradisi pagi. Jadi setiap umat Budha yang merupakan warga luar kota, mereka akan langsung berdoa dan masuk ke vihara yang dilewatinya,” jelasnya.

Soal perayaan, Hendra menjelaskan rangkaian imlek berlangsung sejak pukul 10.00-01.30 Wib. Seluruh umat Budha berdoa meminta keselamatan dan keberkahan untuk semua umat.

Hendra menambahkan, pergantian tahun ditandai dengan bedug tabur dan lonceng pada pukul 12.00 Wib. Saat momen itu berlangsung, suasana di klenteng tiba-tiba hening dan kemudian dinyalakan lilin.

“Saat momen itu, semua berdoa kepada tujuh Dewa. Namun yang paling diutamakan yaitu Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi) karena merupakan tuan rumah dari kelenteng Vihara Bhumi Pharsija. Dalam doanya mereka mendoakan semua umat bukan individual saja,” ucapnya

Setelah melalui momen tersebut, lanjut Hendra, untuk empat hari kedepan klenteng yang dikelolanya akan dibuka selama 24 jam hingga Minggu. “Karena memang sudah ketentuanya seperti itu, selama empat hari kedepan gerbang kelenteng harus dibuka untuk umat yang akan melakukan doa,“ tutupnya.(gg)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan