Minggu, 18 November 2018

Dulu Kelas Emperan, Kini Batu Akik Sukabumi Nempel di Jari Para Pembesar Negeri

batu akik, bacan, saphire, blue saphire, bacan sukabumi, perhiasan, batu cincinOleh: Zaki Suhendri

SUKABUMI – Posisi Sukabumi makin kokoh dalam percaturan batu akik. Padahal sebelum booming seperti saat ini, batu Sukabumi ditempatkan digrade dua. Tepatnya di era 80-90-an, identik dengan perhiasan murah yang hanya dijual di emperan toko.

Pemakainya diidentifikasi sebagai kaum marjinal yang dianggap tak sanggup  membeli emas, namun ingin bergaya. Malah ada yang menyandingkan penggunanya sebagai dukun. Ini karena batu yang dipakai diangap mengandung tuah dan daya magis.

Namun meski dibumbui rasa klenik, para penggila mulai menggeser persepsinya. Batu Sukabumi yang beragam diolah dan dibentuk untuk menimbulkan hiasan yang bernilai estetika tinggi. Dengan pergeseran ini, demamnya kini menebar dan hinggap di jari para pembesar negeri seperti para pejabat, pegawai negeri, polisi, TNI, jaksa, petani, karyawan pabrik, guru hingga pengusaha.

Tingginya peminat batu bercorak atau akik hingga batuan alam polesan menggairahkan pasar. Bahan baku yang melimpah melimpah mendorong munculnya workshop atau perajin batu akik. Di antara sekian banyak itu, sebut saja Akew Stone di Jalan Siliwangi depan Terminal Cibadak Kelurahan Cibadak Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Pengunjung ke workshop ini dari berbagai pelosok negeri. Ada yang datang dari Sukabumi, banyak pula yang berasal dari luar Sukabumi. “Saya melihat sekarang ini minat masyarakat terhadap batu akik mulai meningkat. Ternyata batu ini tidak hanya disukai para orang tua tetapi anak muda pun banyak yang menggemari,” jelas pemilik Akew Stone, Ari Tonang (39), Kamis (19/2/2015).

Seperti menemukan momentum, Ari yang menggilai batu sejak lama dan menginvestasikan dananya cukup banyak, bangga pada koleksinya yang beragam.

”Saya mengkoleksi ratusan cincin  akik serta batu bongkahan yang dipoles sebagai aksesoris,” jelasnya.

Mengenai harga yang dijual di workshopnya, kata Ari, tidak perlu jadi pikiran. Yang jelas, selain sebagai kesenangan ini sebagai wujud kebanggaan sebagai warga Sukabumi yang dianugerahi Tuhan kekayaan alam batu-batuan yang indah. ”Justru saya bercita-cita agar bisnis batu akik Sukabumi lebih maju dari daerah lain,” pungkasnya.(tm)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan