Rabu, 26 Juni 2019

Dukungan dari Birokrat Mengalir untuk Marwan

PILKADA-SUKABUMI

ILUSTRASI

Oleh: Sutan Syatarjo

SUKABUMI – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi 2015, dukungan terhadap bakal calon bupati Sukabumi, Marwan Hamami terus mengalir. Tidak hanya dari parpol pengusung saja, dukungan pun mulai berdatangan dari kalangan birokrat.

“Segmen birokrat di lingkungan Pemkab Sukabumi, dari berbagai tingkat eselon kini mulai melirik Pak Marwan untuk menggantikan kepemimpinan Bupati Sukmawijaya,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi, Selasa (17/3/2015).

Agus menilai kondisi tersebut cukup menarik, pasalnya pada pilkada 2010 lalu dukungan dari kalangan birokrat sangat minim. Menurutnya hal tersebut disebabkan karakter dan gaya kepemimpinan Marwan saat sebagai wakil bupati mendampingi Sukmawijaya kurang diminati banyak PNS.

Kurang mendapat tempat di hati PNS, lanjut Agus, bukan lantaran Marwan mata duitan atau gemar mengatur apalagi meminta jatah proyek APBD maupun proyek lainnya untuk kepentingan pribadinya, namun ia kurang disukai karena saat menjabat wabup ia selalu tegas dan disiplin.

“Ia selalu disiplin dalam mengawasi kinerja PNS. Gaya kepemimpinan di perusahaan swata yang selalu dikejar target ia terapkan di dalam pemerintahan. Dengan gaya seperti itu Marwan sempat dibenci dan ditakuti. Tapi sekarang berbalik, para birokrat menjadi kangen sosok Marwan,“ klaimnya kepada sepertiini.com, Selasa (17/3/2015).

Pada saat menjabat wakil bupati, kata Agus, sebenarnya Marwan memahami karakteristik PNS yang tidak sama dengan karyawan di sebuah perusahaan swasta. Hanya saja ia terbiasa memimpin perusahaan yang selalu dikejar target. Jadi wajar saja ketika masuk di lungkungan birokrasi pasti agak kaku.

“Tapi yang mesti kita apresiasi adalah keberanian dan ketegasannya untuk mendisiplinkan dan meningkatkan kinerja PNS. Terlebih anti suap anti korupsi di jiwa pak Marwan yang selama jadi wakil bupati terbilang bersih dan jujur dalam masalah itu. Kini para birokrat malah mendukung Marwan, tapi ada yang terang-terangan, setengah-setengah, atau bahkan mendukung secara tertutup, ” beber Agus.

Agus menegaskan, sosok Marwan yang selalu tegas dan disiplin dalam meningkatkan kinerja PNS, tidak bisa dianggap sebagai sosok yang arogan atau otoriter ke bawahannya. “Indeks kinerja PNS waktu pak Marwan jadi wakil bupati mendampingi pak Sukmawijaya terus meningkat. Maaf, indeksnya cukup beda dengan pemerintahan  sekarang,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, kandidat bupati Sukabumi, Marwan Hamami justru meminta kepada kalangan birokrasi yang mendukungnya untuk tetap menjaga netralitas. “PNS tidak boleh ikut terlibat langsung dalam suksesi pilkada. PNS hanya punya hak pilih, jadi salurkanlah hak pilih pada waktunya nanti sesuai hati nurani,” tutupnya.(gg)

No Responses

Tinggalkan Balasan