Minggu, 27 Mei 2018

Jaksa Menuntut Hukuman Mati Tiga Kurir Ganja, Hakim Memutus Lain

pengadilan-negeri-bandung

NET

Oleh: Virgiawan Putra

BANDUNG – Tiga kurir ganja tak bernasib serupa terpidana mati yang sudah dieksekusi Januari lalu. Ketiganya terbebas dari hukuman mati setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan putusan pidana penjara berbeda-beda.

Terdakwa masing-masing Dede Sutisna, Zainuddin, dan Syarifuddin menyimpan 590 kg ganja divonis berbeda oleh majelis hakim yang diketuai Pinta Uli BR Tarigan dalam persidangan di PN Bandung, Senin (23/3/2015).

Dede menyimpan 390 kg ganja dijatuhi hukuman seumur hidup karena telah menjadi perantara barang haram itu dan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35/2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa sebagaimana tercantum dalam dakwaan primair,” ucap Pinta Uli dalam pembacaan amar putusannya.

Sedangkan Zulkarnain dan Syarifuddin yang juga adik-kakak ini divonis berlainan. Zulkarnain dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, sedangkan Syarifuddin 15 tahun penjara. Tak hanya itu, keduanya dikenakan denda sebesar Rp2 miliar.

Hanya nagi Zulkarnain, bila denda tak dibayar diganti kurungan enam bulan. Jika Syarifuddin tak dapat membayar harus mengalami kurungan empat bulan.

Majelis hakim menyebutkan, hal yang memberatkan, terdakwa dapat merusak generasi bangsa, melawan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, menikmati hasil kejahatan, serta menjadi perantara penjualan ganja dalam jumlah banyak. Sedangkan hal yang meringankan hakim tak menemukan.

Pada sidang beragendakan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum Tedi Setiawan meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman mati kepada para terdakwa karena memiliki narkotika lebih dari seratus kilogram.

Melalui kuasa hukumnya, Dede, mengajukan pikir-pikir atas putusan itu. Hal serupa dilakukan JPU. Sedangkan, Zainuddin dan Syarifuddin menerima vonis yang telah diberikan majelis hakim. Jaksa mengambil opsi pikir-pikir selama opsi pikir-pikir selama tujuh hari untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Majelis hakim melihat fakta-fakta persidangan, bahwa kakak-adik itu bukan pemilik ganja. Mereka hanya korban,” tukas kuasa hukum para terdakwa, Arie Sukmadrajat, usai sidang.

Dede merupakan kurir ganja asal Aceh yang diringkus Juli 2014 lalu oleh Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Barat di rumahnya di Perum Rajeg, Kabupaten Tangerang. Dari tangannya, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 390 kilogram ganja.

Dede ditangkap setelah aparat melakukan  pengembangan diciduknya Zainuddin dan Syarifuddin. Dede menerima lima karung ganja dari Zainuddin dan Syarifuddin.

Zainuddin dan Syarifuddin ditangkap BNN Kota Bogor di ruas jalan Tol Jagorawi KM 23 Gunung Putri Bogor. Dalam penangkapan, BNN Kota Bogor mendapati barang bukti sebanyak 200 kilogram ganja. (tm)

No Responses

Tinggalkan Balasan