Minggu, 27 Mei 2018

Jatah Dapur Berkurang Akibat Naiknya Gas 12 Kg, Alihkan Anggaran ke Si Melon

Ayep Supriatna__1428575013_114.4.23.106Oleh: Herry Febriyanto

SUKABUMI – Kenaikan harga gas elpiji 12 kg memangkas jatah anggaran dapur rumah tangga Kota Sukabumi. Akibatnya konsumen beralih ke si melon dengan menyerbu semua pangkalan.

Di sisi lain, permintaan terhadap si melon meningkat drastis. Namun Kepala Dinas Koperasi  dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna menyanggah. Menurutnya, tidak terjadi permintaan berlebih gas elpiji 3 kg akibat naiknya harga elpiji 12 kg  awal April ini.

Kenaikan harga gas elpiji 12 kg sebesar Rp6.300-Rp8.000 per tabung, dari harga per tabung Rp134.700 naik menjadi Rp141 ribu per tabung tidak menimbulkan kenaikan harga jual gas 3 kg.

“Kalaupun ada kenaikan tidak berpengaruh terhadap permintaan ke gas 3 kilogram,” ujarnya kepada sepertiini.com di Balai Kota Sukabumi, Kamis (9/4/2015).

Menurut Ayep, hasil laporan Hiswanamigas Sukabumi, stok elpiji 12 kg dan 3 kg terbilang aman. Hiswanamigas sudah lebih dahulu mengambil langkah, akan menyuplai gas sesuai permintaan agen atau konsumen. “Stoknya aman dan tidak terjadi antrean di agen ataupun pengecer,” katanya.

Hingga saat ini, kata Ayep, belum menerima keluhan dari para pengusaha rumah makan atau restoran terkait kenaikan harga elpiji. Karena biasanya keluhan muncul apabila stoknya tidak ada atau terbatas. (jk)

No Responses

Tinggalkan Balasan