Senin, 24 September 2018

Tebing di Cimerak Berpotensi Longsor Lagi, Waspadalah, Waspadalah!

bencana-longsor-sukabumi__1428582405_114.4.23.106Oleh:Herry Febriyanto

SUKABUMI – Warga Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang,Kecamatan Cireunghas harus tetap waspada beraktivitas dan berumah di sekitar tebing yang longsor beberapa waktu lalu.

Tebing setinggi 30 meter itu berpotensi mengalami longsor kembali, setelah penelitian menghasilkan kesimpulan: penyebab longsor karena kontur tanah labil akibat proses penuaan bebatuan andesit horn-blenda.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya vegetasi (sejenis pepohonan berakar kuat) yang bisa menahan tanah agar tak terjadi pelepasan. Sehingga tanah mudah bergerak jika terus menerus terkena air.

“Tebing longsor akibat  bidang lemah di satuan dasar tanah, di mana terdapat batuan jenis andesit horn-blenda yang sudah licin karena pelapukan. Sehingga, tanah akan mudah terjadi pelepasan jika terlalu sering kena air,” kata Kepala Bidang Air Tanah dan Geologi Lingkungan Dinas Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi Agus Permana, Kamis (9/4/2015).

Kemiringan tebing yang cukup curam sekitar 45-50 derajat, lanjut Agus, sangat memungkinkan terjadinya longsor kembali. Kondisinya berbeda dengan kemiringan tebing di daerah sekitar permukiman yang tak tertimbun longsor. Kondisi kemiringan tebing di permukiman yang tidak longsor lebih landai.

Jika melihat intensitas curah hujan saat ini, kata Agus, potensi longsor susulan masih bisa terjadi. Karena itu, jika warga bersikukuh ingin tinggal di kawasan tersebut, salah satu upayanya perlu dilakukan pembuatan trap (terasering) di tebing itu.

“Perlu juga ditanami pepohonan kuat dan keras yang akarnya bisa mencengkram kuat ke tanah. Bukan pepohonan bambu yang selama ini berada di tebing itu,
karena akarnya tak bisa menahan tanah,” katanya.

Agus menambahkan, upaya relokasi cukup sulit dilakukan mengingat warga bermukim secara turun-temurun. Hanya saja, harus dipikirkan untuk lebih menata lahan-lahan dengan tingkat kecuraman tinggi dan retakan-retak

No Responses

Tinggalkan Balasan