Minggu, 18 November 2018

Harga Kedelai Terbakar BBM, Pedagang Tempe di Ambang Kebangkrutan

pedagang-tempe__1428583734_114.4.23.106Oleh: Zaki Suhendri

SUKABUMI – Kenaikan harga BBM memukul para pedagang penganan khas di terminal Cibadak. Harga BBM yang naik turun sesuai mekanisme pasar, membakar harga kacang kedelai hingga panas.

Bahan baku tempe ini menyulut naiknya harga penganan khas tempe goreng yang tersebar di Jalan Raya Terminal Cibadak, hingga memusingkan para pedagang dalam menetapkan harga jual.

Menyesuaikan harga jual dengan bahan baku berakibat dagangan tak laku, sementara menjual  dengan harga lama dipastikan akan mengalami kerugian.

“Sulit sekarang mah. Sejak harga BBM naik, harga kedelai ikut naik, dampaknya usaha kami mengalami ketidakpastian. Kami di ambang kebangkrutan,” kata pedagang Tempe Cabang Bandung, Deni Mulyadi, Kamis (9/4/2015).

Lalu Deni menjelaskan, harga tempe naik dari Rp15 ribu menjadi Rp22 ribu. Belum untuk bahan baku lainnya seperti bawang merah, bawang putih, dan aci yang harganya pun ikut naik

“Dengan harga bahan baku mahal, kami menjual kepada konsumen dengan harga cukup murah karena konsumen keberatan kalau harga jual mahal,” keluhnya.

Untuk mempertahankan usahanya entah sampai kapan, katanya, melakukan berbagai upaya seperti menipiskan ketebalan tempe.

“Kalau enggak diakalin seperti itu, saya tak bisa  menggaji karyawan sebanyak 3 orang. Dengan cara ini kami beruaha agar usaha tidak gulung tikar,” jelasnya.

Langkah penyelesaiannya, kata Deni, pemerintah harus menunjukkan keberpihakan nyata dengan berusaha mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dan tidak diserahkan kepada para cukong spekulan.(jk)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan